Sejarah

LATAR BELAKANG PENDIRIAN PRODI

Pada tahun 1960 Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dipimpin oleh Prof. HRM Soejoenoes , bagian ilmu Bedah oleh Dr. Mas Soetojo dan sekretaris ilmu Bedah oleh Dr. R. Soetojo dan ada 2 rumah sakit yang letaknya berjauhan Simpang ( sekarang Surabaya Plaza) dan Karangmenjangan saat itu hanya ada 2 divisi bedah yaitu Bedah Umum dan Bedah Syaraf. Ahli Bedah Yang dimiliki oleh FK.Unair/ RSUD Dr. Soetomo yaitu Bedah Umum : Dr. Mas Soetojo, Dr.R. Soetojo, Dr. P. Zaini (Nie Siok Po), Dr. Liem Bing Hwie, Dr. Liem Djie Swie (Dr. Suwidji), Dr. A.A. Loedin , Bedah Syaraf ; Dr. Basoeki Wirjowidjojo.

Pada tahun 1964, Dr. Liem Bing Hwie mewakili RSUD Dr. Soetomo Surabaya bereafiliasi dengan Tim Bedah Jantung U.C.L.A, California USA yang diwakili oleh Dr. Mc. Cain melakukan operasi komisurotomi pada kasus mitral stenosis berat. Perkembangan lain dilakukan pembedahan kedua yaitu pemotongan ductus. Kegiatan itu dilakukan oleh Dr.Mc. Cain dan Dr. Hamami. Setelah itu tidak ada kegiatan bedah jantung lagi. Bahkan sempat terputus lama, karena sulitnya menyediakan sarana dan prasarananya. Sepulang Dr.Mc.Cain kemudian dilanjutkan oleh Dr. Liem Bing Hwie dan Dr. Hamami, karena mereka belum terbiasa dan jarang melakukan ductus, sering mengalami ketidakberhasilan. Karena alasan itu FK. Unair resmi mengirim Tim Bedah Jantung ke Inggris dengan bantuan British Council tahun 1971, waktu itu dr. Puruhito masih di Erlangen. Tim terdiri dari : Dr. Pramonohadi, Dr.Moch. Soebagyo Singgih, Dr. Siti Chasnah Saleh, Dr. Liem Bing Hwie dan seorang perawat zr. Mamik.

Perkembangan ilmu bedah jantung di Surabaya selanjutnya dikembangkan oleh Dr. Puruhito yang telah selesai menjalani pendidikan Bedah Toraks Kardio Vaskular di Erlangen pada tahun 1973 tepatnya di Klinikum der Fredrich Alexander-Chirurgische Universitas yang kemudian mendirikan Bagian Bedah Toraks Kardio Vaskular RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 1973. Pembedahan klep jantung (pengantian) pertama di Indonesia baru terjadi tahun 1976, sedangkan bedah koroner pertama di Surabaya pada tahun 1983 oleh Dr. Puruhito. Tahun 1974 Dr. Puruhito mulai mencari asisten, yang pertama kali masuk yaitu Dr. Johny Baroek hanya bertahan 6 bulan, kemudian Dr. Sumarno Hutomo juga tidak bertahan lama, kemudian menyusul Dr. Soetrisno Alibasyah juga tidak bertahan lama, selang beberapa lama baru masuk Dr. Setiono Basuki, menantu Dr. R. Soetojo Kepala Departemen Bedah saat itu, kemudian menyusul Dr. Paul Tahalele, Dr. Wahyu, Dr. Iwan Boestan, dimana mereka juga dikirim ke Erlangen, Nurnberg, Jerman.

Pada tahun 1983 Bagian Bedah Toraks Kardio Vaskular sudah bisa mulai berkembang hingga dr. Paul Tahalele kembali dari Jerman, hampir 8 tahun kemudian perjuangan bisa memapankan Bedah Jantung di Surabaya, lalu tumbuh tunas muda ahli bedah jantung di Surabaya diantaranya dr. Agung Prasmono, dr. Heru Kusbijanto dan dr. Heroe Soebroto. Mereka ikut memperkuat Bagian Bedah Toraks Kardio Vaskular FK. Unair/ RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pendidikan Bedah Toraks Kardio Vaskular di Surabaya

Program studi Bedah Toraks Kardio Vaskular berdiri pada tahun 1992 dalam jalur non-CHS Dep.Dik.Bud (sekarang bernama jalur non-Komisi Disipilin Ilmu Kesehatan Dep.Dik.Nas.) yang sepenuhnya dikelola oleh organisasi profesi Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardio Vaskular Indonesia dengan lama pendidikan 2 tahun dan hanya mendidik residen dari dokter spesialis Bedah Umum. Saat itu RSUD Dr. Soetomo hanya memiliki 3 peserta didik dimana semua aturan pendidikan mengikuti RSCM dan RS. Jantung Harapan Kita.

Pada tahun 2001 Buku Katalog Program Studi Bedah Toraks Kardio Vaskular telah disetujui oleh Departemen Pendidikan Nasional Dewan Pendidikan Tinggi Komisi Disiplin Ilmu Kesehatan dengan nomor surat : 6147/DN/U/2011 pada tangal 7 Nopember 2001.

Pada tanggal 27 Agustus 2002 telah dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama antara Kolegium Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular oleh Prof.Dr.med.dr. Puruhito,SpB.,SpBTKV(K) dan Direktur RSUD Dr. Soetomo oleh Dr. Abdus Syukur,SpB.,SpBD(K) dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya oleh Prof.Dr.dr.H.M.S. Wiyadi,SpTHT.

Pada tanggal 30 April 2003 Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia telah Pengesahan berdirinya Program Studi Dokter Spesialis Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular sebagai Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I) melalui Surat Keputusan nomor : 61/SK/MKKI/IV/2003 yang ditanda tangani oleh Dr. Merdias Almatsier, Sp.S(K),FAMM selaku Ketua Majelis.

Pada tanggal 12 Juni 2003 Forum Dekan Fakultas Kedokteran Penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis telah menerbitkan SK Penetapan Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular pada Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga dengan surat keputusan nomor : 3472/FD.PPDS/SK/2003 yang ditanda tangani oleh Prof.dr. H. Ali Sulaiman,PhD selaku Ketua Forum.

Pada tanggal 7 Juli 2003 Rektor Universitas Airlangga melalui SK Rektor nomor : 5317/J03/KP/2003 tentang Pengangkatan Ketua dan Sekretaris Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis I pada Fakultas Kedokteran Periode 2003 – 2007 , untuk KPS di jabat oleh dr. Setiono Basuki,SpB.,SpBTKV(K) dan SPS dijabat oleh dr. Heru Kusbijanto, SpB.,SpBTKV(K). Pada tahun 2003 s/d 2005 belum ada yang mendaftar sebagai calon PPDS I Bedah Toraks dari dokter umum hanya dari Dokter Spesialis Bedah Umum, baru pada tahun 2006 calon yang mendaftar 5 calon dan yang diterima hanya 2 ditambah 1 titipan dari RSPN dr.Cipto Mangunkusumo untuk program bedah dasar.

Pada tanggal 27 Maret 2008 Rektor Universitas Airlangga melalui SK Rektor nomor : 2829/J03/OT/2008 Tentang Pengangkatan Ketua Program Studi pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan SK Dekan FK. Unair nomor : 566/J03.1.17/PP/2008 Tentang Pengangkatan Sekretaris Program Studi pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Untuk KPS dijabat oleh Dr. Heru Kusbijanto, dr.,SpB.,SpBTKV(K) dan Sekretaris oleh Heroe Soebroto,dr.,SpB.,SpBTKV(K).

Pada Bulan April 2008 Konsil Kedokteran Indonesia melalui SK nomor : 31/KKI/KEP/IV/2008 Tentang Pengesahan Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis Ilmu Bedah Toraks Kardio dan Vaskular.

Pada tanggal 1 Nopember 2010 Kurikulum Program Studi Spesialis I Bedah Toraks Kardio Vaskular telah disetujui oleh Prof. Dr. Widji Soerartri, Apt.,DEA Ketua LP3 Universitas Airlangga.

Pada tanggal 24 Pebruari 2011 Rektor Universitas Airlangga melalui SK nomor: 90/H3/KR/2011 Tentang Pembukaan Program Studi Spesialis I Bedah Toraks Kardio Vaskular pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Pada tanggal 29 September 2011 Program Studi Bedah Toraks Kardio Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga- RSUD Dr. Soetomo telah berhasil meluluskan lulusan pertama 1 (satu) orang residen Bedah Toraks Kardio Vaskular melalui ujian Nasional di Yogyakarta.

Saat ini Program Studi Bedah Toraks Kardio Vaskular masih menunggu SK dari Dikti tentang Pembukaan Program Studi Spesialis I Bedah Toraks Kardio Vaskular pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

X